REVIEW JURNAL TEKNIK KNEADING MENURUNKAN TINGKAT NYERI PERSALINAN
KALA I PADA IBU BERSALIN DI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2017

REVIEW JURNAL
Jurnal : TEKNIK KNEADING MENURUNKAN TINGKAT NYERI PERSALINAN
KALA I PADA IBU BERSALIN DI KABUPATEN SEMARANG DALAM TAHUN 2017
Sova Erlina Felaili, Machmudah

Halaman url: https://scholar.google.co.id/scholar?start=40&q=jurnal+kebidanan&hl=id&as_sdt=0,5
Kebidanan 09 (01) 1 - 101
Jurnal Kebidanan
http : //www. journal.stikeseub.ac.id
Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017
Terindikasi oleh google scholar hasil pencarian menggunakan search engine indeks by google scholar pada tanggal 16 oktober 2018 jam 11:40
File jurnal berupa pdf

Nyeri saat melahirkan merupakan suatu proses alamiah, nyeri saat melahirkan terjadi karena proses dilatasi serviks dan hipoksia otot uterus saat kontraksi. Ketidaknyamanan dan nyeri yang
dirasakan selama proses persalinan dapat menjadi penyebab memanjangnya lama kala I. Terapi non farmakologi dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan salah satunya adalah teknik kneading. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik kneading, dan perbedaan lama kala I setelah diberikan teknik kneading dengan teori lama kala I. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experimental Pretest-Posttest one group Design.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Juni sampai dengan 10 Juli 2016 di UPTD Puskesmas Bancak Kabupaten Semarang dengan jumlah sampel sebanyak 16. Hasil uji statistik Paired Samples t Test diperoleh p value sebesar 0.000, sehingga disimpulkan ada perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik kneading terhadap tingkat nyeri ibu bersalin kala I dan rata-rata lama kala I setelah diberikan teknik kneading selama 4 jam 32 menit atau kurang dari 6 jam. Penerapan teknik kneading merupakan salah satu terapi non farmakologi mandiri keperawatan dalam memberikan perawatan dasar pertolongan persalinan Rekomendasi dari penelitian ini agar perawat dapat memberikan Asuhan Keperawatan mandiri dengan memberikan masase teknik kneading untuk manajemen nyeri persalinan dan pencegahan partus lama.
Kata kunci : Nyeri persalinan, lama kala I, Teknik Kneading.
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator yang peka terhadap kualitas dan aksesibilitas fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI (yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu Provinsi Jawa Tengah tahun 2014 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota sebesar 126,55/100.000 kelahiran hidup, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2013 sebesar 118,62/100.000 kelahiran hidup. Jumlah kasus kematian maternal di kabupaten Semarang sendiri sebanyak 20 kasus kematian. Sebesar 57,95% kematian maternal terjadi pada waktu nifas, pada waktu hamil sebesar 27,00% dan pada waktu persalinan sebesar 15,05%. Sedangkan penyebab kematian ibu di provinsi Jawa Tengah adalah 22,93% karena perdarahan, 26,44 karena hipertensi, 3,66% karena infeksi, gangguan peredaran darah sebesar 4,64% , dan penyumbang kematian terbanyak karena faktor lain yaitu 42,33 %
(www.dinkesjatengprov.go.id).
Faktor penyebab kematian ibu dibagi menjadi dua yaitu faktor penyebab langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh perdarahan, eklampsia, dan infeksi. Sedangkan faktor tidak langsung karena masih banyaknya kasus 3 terlambat dan 4 terlalu. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah salah satunya partus lama yang menyumbang sebesar 5% (Kementrian Kesehatan RI tahun 2010). Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 partus lama menyumbang sebanyak 0.3% penyebab kematian ibu di Jawa Tengah.
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir (Saifuddin, 2006). Proses dinamik dari persalinan meliputi empat komponen yaitu power (kontraksi uterus), passanger (janin), passage (pelvis ibu), dan psikis (status emosi ibu). Empat komponen ini saling berkaitan yang mempengaruhi baik mulainya dan kemajuan persalinan (Walsh, 2008). Kemajuan persalinan pada kala I fase aktif merupakan saat yang paling melelahkan, berat, dan kebanyakan ibu merasakan sakit atau nyeri dalam fase ini karena kegiatan rahim mulai lebih aktif (Danuatmaja & Meiliasari, 2008). Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017
Nyeri persalinan dapat menimbulkan stress yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Hormon ini menyebabkan terjadinya ketegangan otot polos dan penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penurunan kontraksi uterus, penurunan sirkulasi ke uteroplasenta,pengurangan aliran darah dan oksigen ke uterus serta iskemia jaringan yang mengakibatkan proses persalinan lama dan membuat impuls nyeri semakin banyak (Sumarah, 2009).
Rasa nyeri pada persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis. Nyeri yang hebat dan tidak teratasi pada persalinan dapat menyebabkan perubahan-perubahan fisiologis tubuh, seperti kenaikan tekanan darah, kenaikan denyut jantung, dan kenaikan laju pernafasan, dan apabila tidak segera diatasi, maka keadaan ini akan menyebabkan peningkatan konsumsi glukosa tubuh pada ibu bersalin yang menghambat kontraksi uterus, dan hal tersebut menyebabkan persalinan menjadi lama (Bobak, 2005, Cunningham 2013), selain itu menurut (Hamilton, 2005) nyeri yang berlebihan pada ibu bersalin dapat menyebabkan keinginan untuk segera mengakhiri masa persalinan.
Mengejan sebelum dilatasi serviks maksimal menyebabkan pembengkakan pada mulut rahim yang berdampak pada distosia persalinan.Perawat dapat membantu mengurangi nyeri dan mengupayakan pengurangan stress dan kelelahan guna mencegah komplikasi partus lama adalah dengan teknik nonfarmakologi salah satunya adalah menggunakan massage.
Massage merupakan suatu metode menurunkan nyeri dengan memberikan sentuhan yang berguna untuk menghilangkan rasa lelah di tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, merangsang tubuh mengeluarkan racun, dan meningkatkan kesejahteraan pikiran (Walsh, 2008). Sentuhan yang nyaman seperti menggosok punggung dengan hentakan, memegang tangan dapat memperkuat kontraksi uterus menjadi lebih kuat dan sering (Simkin
& Ancheta, 2007). Salah satu jenis massage yang
dapat dimanfaatkan untuk menurunkan nyeri persalinan adalah teknik kneading.
Kneading adalah memijat menggunakan tekanan yang sedang dengan sapuan yang panjang, meremas menggunakan jari-jari tangan diatas lapisan superfisial dari jaringan otot. Teknik kneading membantu mengontrol. Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017, rasa sakit lokal dan meningkatkan sirkulasi (Inkeles, 2007).
Berdasarkan data di UPTD Puskesmas Bancak Kabupaten Semarang selama tahun 2015 diperoleh data terdapat 49 persalinan mengalami partus lama dari 326 persalinan. Upaya yang dilakukan Puskesmas Bancak untuk menangani partus lama yaitu dengan penambahan energi pada ibu bersalin dengan memberikan nutrisi melalui makanan, pemberian infus glukosa dan RL, mengkaji ulang partograf, stimulasi puting dan pengurangan nyeri persalinan dengan pengaturan pola nafas, memberikan perubahan posisi, namun belum dilakukan upaya pengurangan nyeri dengan massage, terutama masase teknik kneading (Data UPTD Puskesmas Bancak Kabupaten Semarang tahun 2015).
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 22-24 Februari 2015 di UPTD Puskesmas Bancak diperoleh hasil bahwa dari 5 ibu bersalin, 3 mengalami nyeri berat, 2 mengalami nyeri sedang dan tidak ada yang mengalami nyeri ringan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi efektifitas pemberian teknik kneading terhadap penurunan tingkat nyeri kala I
dan lama persalinan kala I pada ibu bersalin.

METODE
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif quasi eksperimental design dengan rancangan
yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin sejumlah 16 responden, dengan metode purposive sampling, penelitian dilakukan di UPTD puskesmas Bancak Kabupaten Semarang. Alat pengumpul data menggunakan Numeric Rating Scale untuk mengukur tingkat nyeri dan lama kala I diidentifikasi menggunakan lembar partograf, data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired sample t test Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juni sampai dengan 10 Juli 2016.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata responden bekerja sebagai ibu rumah tangga (75%), dengan tingkat pendidikan rata-rata SMA (75%) dan rentang usia responden antara 20 tahun sampai dengan 31 tahun. Rata-rata responden mengalami kategori nyeri berat sebanyak 12 responden (75%) sebelum diberikan teknik kneading tetapi setelah diberikan teknik kneading ada penurunan tingkat nyeri yang dirasakan yaitu sebanyak 9 responden atau 56.2 % merasakan nyeri dengan kategori nyeri sedang. Dari 96 Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017.
Hasil uji statistik menggunakan paired sample t test terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik kneading.Tabel 1. Distribusi rerata tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik kneading di UPTD Puskesmas Bancak Kabupaten Semarang Nilai Tingkatan nyeri persalinan Mean Difference SD P sebelum sesudah value Upper (Skor tertinggi tk nyeri) 10 9 Lower (Skor terendah 1.438 0.727 0.000 tk nyeri) 5 4men 7.69 6.25 Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan teknik kneading pada responden yang mengalami nyeri kala I.
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan skala nyeri tertinggi yang dirasakan oleh responden adalah 10 dan skala nyeri terendah adalah 5. Sedangkan setelah diberikan teknik kneading terjadi perubahan skala nyeri yang dirasakan dengan skala nyeri tertinggi adalah 9 dan terendah adalah 4. Hal ini dibuktikan dengan uji Paired Sample t Test didapatkan hasil rerata perbedaan sebelum dan sesudah (mean difference) diberikan teknik kneading adalah 1.438 dengan nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan (adanya penurunan) tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik kneading.
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Hastami, Asiandi, dan Handayani,
2011) dengan judul “ Efektivitas Teknik Kneading dan Counterpressure terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Normal di RSIA Bunda Arif Purwokerto “ dengan hasil menunjukkan p = 0,000 < 0.05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan massage dengan menggunakan teknik kneading. Teknik kneading merupakan gerakan memijat atau meremas menggunakan telapak tangan atau jari-jari tangan untuk menjepit beberapa bagian kulit (Inkeles, 2007). Teknik kneading dapat memberikan efek fisiologis berupa peningkatan aliran darah, aliran limfatik, stimulasi sistem saraf, menghilangkan rasa sakit dengan cara meningkatkan ambang rasa sakit oleh karena merangsang peningkatan produksi hormon endorfin, meningkatkan aliran balik vena yang akan membantu secara efisien Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017 97. Pengembalian darah ke jantung, serta membantu mengalirkan asam laktat yang tertimbun dalam otot sehingga membantu mempercepat eliminasi asam laktat dalam darah dan otot (Wijanarko, 2010). Adanya sistem sirkulasi yang baik dapat menghantarkan zat asam dan bahan makanan ke sel-sel akan lebih maksimal dan sisa-sisa dari zat - zat yang tidak terpakai akan diperbaiki. Jadi akan timbul proses pertukaran yang lebih baik, aktivitas sel yang meningkat akan mengurangi rasa sakit lokal (Kusyati, 2006).Tabel 2. Distribusi nilai sentral lama kala I setelah diberikan teknik kneading Variabel N Minimum Maximum Mean.
Deviasi Lama kala I ssdh diberikan teknik kneading 16 2.00 4.40 4.32 0.62248 Tabel 2 menunjukkan setelah
diberikan teknik kneading seluruh responden menjalani lama kala I tidak lebih dari 6 jam, rata-rata responden menjalani lama kala I selama 4 jam 32 menit. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Lestari Indah, Abadi Agus, dan Purnomo Windhu, 2010) dengan judul penelitian “ Pengaruh Deep Back Massage terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif dan Kecepatan Pembukaan pada Ibu Bersalin Primigravida “ dengan hasil uji t 2 sampel bebas didapatkan p = 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak yang membuktikan terdapat hubungan antara pemberian deep back massage terhadap kecepatan pembukaan servik.
Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh (Nurochmi Endang, Nur Asih, dan Amalia Rizki Ramadhan, 2014) dengan judul “Pengaruh Kombinasi Metode Zilgrei dan Endorphin Massage Pada Ibu Inpartu Primigravida Terhadap Lamanya Kala I Fase Aktif di RSUD Indramayu Periode April sampai dengan Mei 2013” penelitian ini mendapatkan hasil nilai P-value (0.002) sehingga Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pemberian kombinasi metode Zilgrei dan endorphine massage pada ibu inpartu primigravida terhadap lamanya kala I fase aktif. Massage merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kontraksi persalinan. Massage terbukti dapat menurunkan kadar hormon stress dalam tubuh yaitu adrenalin. Faktanya, stress dapat berkontribusi dalam 98 Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017.
Menghambat atau menurunkan kontraksi uterus. Massage dapat membantu menurunkan produksi kadar hormon adrenalin dan membuat ibu yang bersalin menjadi rileks (Leino,2006). Relaksasi yang dialami ibu merangsang otak untuk menurunkan kadar hormon adrenalin dan meningkatkan produksi oksitosin yang merupakan faktor penting timbulnya kontraksi uterus yang adekuat (Vicky, 2006).Adapun keterbatasan penelitian ini antara lain :
Dalam memberikan Teknik Kneading kekuatan remasan dalam melakukan teknik kneading tidak dapat diukur secara objektif sehingga intervensi disesuaikan dengan rasa nyaman yang dirasakan oleh responden. Peneliti tidak membedakan responden berdasarkan tingkat nyeri yang disebabkan pembukaan serviks, semua responden yang datang ke UPTD puskesmas Bancak untuk melahirkan diikutkan dalam penelitian ini.
Penelitian ini hanya mendeskripsikan lama kala I setelah dilakukan tindakan teknik kneading, tidak mendeskripsikan lama kala I sebelum dan setelah dilakukan teknik kneading.
Variabel Penelitian Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat nyeri dan lama kala I yang tidak diteliti oleh peneliti seperti budaya, support system, persiapan persalinan, dan emosi.

PENUTUP
Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga, dengan tingkat pendidikan rata-rata SMA dan berada dalam masa reproduksi sehat, mayoritas pendidikan SMA dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik kneading, selain itu rata-rata responden menjalani lama kala 11 lama 4 jam 32 menit setelah diberikan teknik kneading, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik kneading efektif dalam mengurangi nyeri persalinan dan mencegah terjadinya partus lama.
Peneliti menyarankan bagi fasilitas pelayanan kesehatan teknik kneading dapat dikembangkan atau diaplikasikan sebagai salah salah satu alternatif penatalaksanaan non farmakologis pada asuhan keperawatan ibu bersalin dalam memfasilitasi
Jurnal Kebidanan, Vol. IX, No. 01, Juni 2017.

Sumber : Jurnal Kebidanan 09 (01) 1 - 101
http://www.journal.stikeseub.ac.id

Review ini dibuat sebagai tugas MK “teknologi dan informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi Yang diampu oleh Geri Sugiran AS,STP
REVIEW JURNAL TEKNIK KNEADING MENURUNKAN TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I PADA IBU BERSALIN